Salam Pramuka,
ihh udah lama ya ternyata.
lamanya saya nggak nulis blog itu berbanding lurus dengan lamanya saya mencari pekerjaan dan wara-wiri, kesana-kemari mencari jati diri, etttdah,,
satu persatu harapan mulai terwujud, tapi harapan utama buat jadi pekerja yang punya gaji tetap dan memakai highheels tiap ngantor masih belum tercape. ahhahahahaa, capek deh..
emang harapan apa yang udah tercape rin?
ahahahaha, kasi tauu ngga yaaa..
yakalo dipaksa gitu saya cerita deh nih. =D
ehhmm ehmm, meski untuk urusan kerja mencari kerja atau sejenisnya gitu saya emang masih belum beruntung, tp kalau urusan jodoh dan cinta mencinta dan bercinta ehhmmm, alhamdulillah so far so good. Saya sangat amat sangat sungguh amat sangat beruntung sekali. beruntung punya patner in love yang "sempurna" menurut saya. seperti apa sempunanya dia cukup saya yang tau lah yaa.. rahasia doong.
Iya, dua tahun kami pacaran, banyak kisah dan banyak harapan yang udah kesampean. yang pertama harapan dia dapat kerja duluan, yang kedua dia penempatan kerja masih di pulau jawa, yah meskipun itu jakarta. Harapan yang ketiga adalah "get closer to be married". Alhamdulillah sejauh ini sudah ada langkah-langkah menuju kesana, paling nggak udah rencana-rencana mau nikah dimana, nabung-nabung, yang paling penting sih keluarga kita sudah saling kenal dan saling "iya". Iya, lebaran kemarin, sesuai janjinya, terjadilah pertemuan dua keluarga gitu dehh.. ahahahaha... lucu juga yaa.. ahahaha... Cuma pertemuan biasa tapi sungguh bikin spesial dan salah tingkah.
begini kira-kira kata ibu saya setelah acara itu selesai, "Mulai sekarang sudah terikat, jangan coba-coba"
ahahhhahaha, kaya apa aja deh yaaa..
Iya, rejeki itu datangnya dari arah yang tidak terduga. Rejeki itu didapat bukan hanya dari kerja bekerja, bahkan menikah itu juga rejeki yang tak terduga. Iyaa.. mudah-mudahan ke depannya lancar, mudah-mudahan rejeki itu cepat datang yah..
Minggu, 09 September 2012
Kamis, 19 April 2012
keynesian kah?
woalaaaa..
taraaa...
ini saya, masih seorang jobless yang kadang hopeless..
harusnya pemerintah membuat unemployment targeting setiap tahunnya, jadi tidak perlu ada banyak unemployment di negara ini. Dibutuhkan intervensi pemerintah untuk membantu saya keluar dari hopeless berkepanjangan ini. Wahai pemangku kebijakan tertinggi di Indonesia, dengarkan jeritan ini..( halah lebay!) hehehe..
Tapi kalau saya menganggur sekarang ini sepenuhnya bukan salah pemerintah, yang pertama tentu salah saya sendiri, kenapa terlalu detail menghitung benefit/cost ratio (dalam hal ini, saya tidak memasukan experience ke dalam hitungan benefit), yang kedua ini masih salah saya, investasi saya untuk diri sendiri bisa dibilang sedikit, jadi untuk mendapatkan high return saya harus bekerja keras dan memerlukan jangka waktu yang lama. Dan yang ketiga tentunya masih salah saya, karena doa dan usaha sangat fluktuatif dam tidak rigid. mungkin belum.
Sometimes, saya berfikir untuk tidak bekerja dibawah orang lain, istilah kerennya menjadi enterpreneur. Tetapi untuk merangkak ke dunia bisnis tentunya dibutuhkan sikap rational dan profesional, sedangkan seiring berjalannya waktu saya masih angin-anginan. Merintis itu tidak segampang menjalankan, jenderal!
taraaa...
ini saya, masih seorang jobless yang kadang hopeless..
harusnya pemerintah membuat unemployment targeting setiap tahunnya, jadi tidak perlu ada banyak unemployment di negara ini. Dibutuhkan intervensi pemerintah untuk membantu saya keluar dari hopeless berkepanjangan ini. Wahai pemangku kebijakan tertinggi di Indonesia, dengarkan jeritan ini..( halah lebay!) hehehe..
Tapi kalau saya menganggur sekarang ini sepenuhnya bukan salah pemerintah, yang pertama tentu salah saya sendiri, kenapa terlalu detail menghitung benefit/cost ratio (dalam hal ini, saya tidak memasukan experience ke dalam hitungan benefit), yang kedua ini masih salah saya, investasi saya untuk diri sendiri bisa dibilang sedikit, jadi untuk mendapatkan high return saya harus bekerja keras dan memerlukan jangka waktu yang lama. Dan yang ketiga tentunya masih salah saya, karena doa dan usaha sangat fluktuatif dam tidak rigid. mungkin belum.
Sometimes, saya berfikir untuk tidak bekerja dibawah orang lain, istilah kerennya menjadi enterpreneur. Tetapi untuk merangkak ke dunia bisnis tentunya dibutuhkan sikap rational dan profesional, sedangkan seiring berjalannya waktu saya masih angin-anginan. Merintis itu tidak segampang menjalankan, jenderal!
Langganan:
Postingan (Atom)